Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan yang Wajib Dipahami

perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan
Yuk share tulisan ini :

Memang sudah menjadi kebudayaan di Indonesia bahwa calon mempelai pria harus mempersiapkan seserahan untuk calon mempelai wanita. Pastinya barang-barang yang menjadi seserahan adalah yang nantinya akan dipakai mempelai wanita sesudah pernikahan selesai.

Namun ternyata barang-barang seserahan lamaran dan pernikahan itu berbeda lho. Di artikel ini kita akan membahas perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan harus diketahui.



Sebagian besar dari masyarakat saat ini masih menganggap bahwa seserahan dan lamaran adalah hal yang sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan dari jenis barang yang diberikan. Bagi Kamu yang hendak melamar seseorang harus tahu perbedaan antara keduanya.

Perbedaan Seserahan untuk Lamaran dan Pernikahan

Tradisi di Indonesia seserahan bisa diberikan pada acara lamaran atau pada saat akad pernikahan.

Perbedaan keduanya akan dibedakan berdasarkan isi dari hantaran alias seserahan. Isi yang membedakan dapat dilihat dari ada tidaknya seserahan makanan, seserahan buah-buahan, ada tidaknya daun suruh ayu, ada tidaknya mas kawin, dan lain sebagainya.

Hanya dilihat sekilas, maka Kamu akan tahu setelah membaca artikel ini. Itulah mengapa Kamu harus mengetahui perbedaan kedua macam seserahan tersebut, sebelum mulai membelikan untuk calon mempelai perempuan. Apa saja dari perbedaan tersebut, maka Anda bisa simak di bawah ini.

Ada Tidaknya Seserahan Makanan Tradisional

Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan
Sumber : tokopedia.com

Kamu pasti sudah paham mengenai makanan tradisional bisa dijadikan seserahan. Namun, biasanya kamu akan bingung mengenai itu adalah seserahan untuk lamaran atau pernikahan bukan. Pastinya seserahan berupa makanan tradisional ini diberikan pada saat seserahan lamaran saja.

Biasanya makanan tradisional tidak diberikan pada saat pernikahan. Ada banyak sekali jenis makanan tradisional yang bisa diberikan pada saat Kamu menyerahkan di saat melamar. Misalkan saja, kamu menyerahkan satu paket lengkap dari jenang kue lapis maupun lemper.

Biasanya jenis makanan tradisional yang disiapkan ada yang bersifat basah dan ada juga yang kering. Jadi, Kamu bisa saja memberikan makanan tradisional berupa keripik seafood maupun keripik lainnya yang sudah diberikan hiasan, agar terlihat lebih cantik.

Seserahan Berupa Buah-buahan

Sumber : bp-guide.com

Seserahan berikutnya yang akan dibahas adalah berkaitan dengan buah-buahan. Seserahan yang satu ini biasanya dibungkus bersama dengan keranjang buah. Ada apel, jeruk, pisang, anggur, buah pir, dan lain sebagainya. Biasanya seserahan seperti itu diserahkan pada saat lamaran.

Kamu tidak perlu memberikan ulang seserahan berupa buah-buahan di hari pernikahan. Memang seserahan yang satu ini hanya diserahkan pada saat lamaran saja sebagai simbol, agar kedua calon mempelai dapat hidup dengan bahagia saat nantinya sudah menikah.

Harapan dari buah-buahan tersebut juga, agar kedua calon mempelai dapat hidup bersama sampai maut yang memisahkan. Pastinya ini juga merupakan harapan, agar keduanya bisa mempersiapkan diri untuk menjadi lebih sehat.

Seserahan Daun Suruh

Salah satu seserahan yang sering ada adalah daun suruh. Memang tidak semua adat akan menggunakan daun suruh sebagai salah satu jenis seserahan. Namun, seserahan daun suruh ini hanya diberikan pada saat pernikahan saja. Kamu jangan salah kasih saat sedang lamaran.

Namun, ada beberapa adat yang menyertakan daun ini kedalam seserahan pada saat lamaran. Pemberian daun suruh pada seserahan merupakan simbol, agar kedua mempelai selalu diliputi oleh kebahagiaan.

Daun tersebut juga memiliki simbol lainnya, seperti harapan untuk menjauhkan kedua mempelai dari segala marabahaya. Bagaimanapun penyerahan dari daun suruh ini harus melihat calon mempelai perempuan berasal dari daerah mana, supaya kamu bisa tahu harus menyerahkan saat lamaran atau saat pernikahan.

Seserahan Berupa Mas Kawin

Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan
Sumber : koinworks.com

Seserahan yang wajib ada saat pernikahan adalah mas kawin. Seserahan pernikahan satu ini biasanya berupa aksesoris serba emas untuk sang mempelai perempuan. Bisa berupa kalung, cincin, gelang, dan lain sebagainya.

Nah, kamu tidak perlu menyerahkan seserahan mas kawin ini pada saat melamar calon mempelai perempuan. Apabila Kamu sudah terlanjur beli untuk seserahan lamaran, maka hal tersebut tidak mengapa. Hanya saja, seserahan tersebut hanya disimbolkan pemberian hadiah biasa kepada sang mempelai perempuan.

Hal ini akan beda maknanya ketika diberikan sebagai seserahan dalam pernikahan. Saat diberikan dalam pernikahan, maka baru bisa disebut dengan mas kawin. Jadi itu keputusanmu untuk memberikan satu kali seserahan atau dua kali seserahan. Kalau beli untuk seserahan lamaran sudah pasti harus beli untuk pernikahan juga nih.



Baca juga :


Seserahan Seperangkat Alat sholat

Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan

Perbedaan dari seserahan lamaran dan juga pernikahan adalah dari ada tidaknya seperangkat alat sholat. Saat Kamu melamar calon mempelai perempuan, sudah pasti ada seserahan yang harus dibawa. Namun, bukan berarti Kamu harus memberikan seserahan berupa alat sholat.

Seserahan seperangkat alat sholat ini hanya diberikan pada saat pernikahan. Penyerahannya dijadikan satu bersama dengan mas kawin dan seserahan untuk pernikahan lainnya.

Jadi, Kamu tidak perlu untuk memberikan alat sholat pada saat melamar. Kamu bisa menggantikan dengan seserahan lainnya, seperti makanan tradisional atau kain untuk resepsi.

Seserahan Kosmetik dan Perlengkapan Mandi

Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan

Saat Kamu akan melamar juga usahakan untuk tidak memberikan seserahan berupa kosmetik. Seserahan yang satu ini diberikan pada saat pernikahan saja. Perlengkapan berupa kosmetik ini biasanya langsung bertanya kepada calon mempelai wanita mengenai brand yang biasa dipakai.

Disarankan untuk bertanya, karena setiap jenis muka orang biasanya memiliki karakteristik kecocokan make up yang berbeda-beda. Tidak bisa diganti dengan mudah, karena bisa menyebabkan iritasi atau timbulnya jerawat. Biasanya seserahan kosmetik ini diberikan lengkap mulai dari foundation, eyeshadow, lipstick, bedak, dan lain-lain.

Sedangkan seserahan perlengkapan mandi juga diberikan pada saat pernikahan saja. Kamu tidak perlu memberikannya pada saat melamar. Pemberian seserahan ini juga biasanya lengkap mulai dari sabun, shampoo, lulur, dan lain sebagainya.

Seserahan Selop, Kebaya, dan Kain

Apabila jarak antara lamaran dengan resepsi sangat jauh, maka Kamu bisa saja memberikan seserahan berupa selop, kebaya, maupun kain pada saat lamaran. Pemberian tersebut dengan maksud, agar calon mempelai perempuan menggunakannya saat resepsi.

Apabila jarak antara lamaran dengan pernikahan dekat, maka Kamu bisa memberikan seserahan tersebut pada saat pernikahan saja. Seserahan yang satu ini sifatnya lebih luwes, sehingga bisa diberikan kapan saja.

Biasanya Kamu perlu menyesuaikan warna yang sedang hits saat ini kepada teman yang sudah lebih dahulu menikah. Jenis kain yang dibeli juga biasanya berupa kain brokat.



Penutup

Sekarang Kamu sudah bisa membedakan antara perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan bukan. Bagi Kamu yang akan menikah, Kamu tidak perlu terlalu ambil pusing mengenai seserahan ini. Kamu hanya tinggal belikan saja sesuai dengan kemampuan finansial. Tidak ada kewajiban memberikan seserahan mahal, terutama saat lamaran.

Sumber gambar utama : weddingku.com


Yuk share tulisan ini :

3 Replies to “Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan yang Wajib Dipahami”

  1. Ada jasa mua juga kak?

  2. Assalamualaikum kak mau tanya apakah ketika kita mau lamaran pihak laki – laki harus membawa uang serahan untuk biaya nikah? meskipun pernikahan kami di tahun depan. mohon masukkannya kak, agar bisa menjelaskan ke pihak orang tua. jika mmg tidak harus membawa uang serahan melainkan jika sudah mendekati awal tahun baru akan diberikan. terima kasih

    1. Meidiana Putri says: Reply

      Waalaikumsalam kak..
      Menurut saya sih perihal kasih uang buat biaya pernikahan jangan terlalu jauh dr acara jgn juga terlalu dekat.. kalau boleh saran lebih baik 3 bulan sebelum pernikahan.. jd pihak perempuan akan lebih fokus mengelola uang yg diberikan untuk biaya acara pernikahan 😊

Leave a Reply